kiyonten.desa.id - Pemerintah Desa Kiyonten kembali menggelar pelatihan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB). Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan mengedepankan kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati.
Pelatihan berlangsung selama 1 hari bertempat di rumah bapak Kamin yang berada RT.013 RW.003 Dusun Pablengan Desa Kiyonten pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini diselenggarakan melalui Bidang Pemberdayaan Desa Kiyonten berkolaborasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kasreman.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan anggota kelompok tani (Poktan) se-Desa Kiyonten serta turut dihadiri oleh Sekcam Kasreman bersama staff, Babinsa & Babinkamtibmas, Ketua Gapoktan serta Kades bersama Perangkat Desa Kiyonten yang mendampingi.
Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kiyonten, Shofyan Bahrul mengungkapkan bahwa pelatihan ini bagian dari upaya mewujudkan program ketahanan pangan yang tercantum dalam asta cita Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini juga ditegaskan terkait pelaksanaannya pada Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.
Sementara itu, program ketahanan pangan yang telah digagas oleh Presiden Prabowo juga searah dengan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi dengan mengambil peran sebagai lumbung pangan nasional. Hal itu juga ditegaskan oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono melalui zoom meeting dalam acara Malam Tirakatan Peringatan Hari Jadi Ngawi yang ke-667.
“ Kita dorong terus pertanian berkelanjutan, sekaligus menarik para investor untuk menanamkan modal di Ngawi, “ terang Mas Ony, sapaan akrab Bupati Ngawi.
Dalam kesempatan ini, para peserta pelatihan dibekali oleh para narasumber dari BPP Kasreman mengenai pembuatan beberapa bahan alami untuk menunjang pertumbuhan tanaman pangan diantaranya Jadam Sulfur, Booster, serta Pestisida Alternatif Tembakau.